:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5177053/original/013885000_1743148354-WhatsApp_Image_2025-03-28_at_09.25.17.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta Dalam rangka menyambut Hari Film Nasional ke-75 yang jatuh pada tanggal 30 Maret 2025, Kementerian Kebudayaan RI bersama PARFI ’56 menyelenggarakan dialog interaktif. Bertempat di Gedung Museum Nasional, Kamis (27/3/2025), acara ini dihadiri sejumlah insan perfilman, sineas, serta melibatkan BPJS Ketenagakerjaan.
Acara ini menjadi momen penting untuk bersilaturahmi, berdialog, serta mendiskusikan perkembangan perfilman Indonesia. Menurut Marcella Zalianty selaku Ketua PARFI ’56, sinergitas antara para aktor, asosiasi, dan pemerintah sangat diperlukan demi ekosistem perfilman yang sehat dan inovatif.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan dalam mewujudkan visi ini membutuhkan sinergi erat antara aktor, asosiasi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ujar Marcella Zalianty di Museum Nasional RI, Jakarta Pusat, Kamis (27/3/2025).
“Untuk itu, kami menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh pemerintah yang terus mendorong terciptanya ekosistem perfilman yang sehat dan inovatif, yang tetap mengakar pada nilai-nilai kebangsaan,” sambung Marcella Zalianty.
Mendukung Pertumbuhan
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengaku akan mendukung pertumbuhan industri film dengan berbagai langkah konkret. Di antaranya penambahan layar bioskop, pelatihan, hingga pendanaan.
“Kita akan melakukan workshop-workshop ke depan supaya cerita-cerita kita yang banyak dari Sabang sampai Merauke, cerita kita sehari-hari bisa menjadi skenario film yang menarik mulai dari cerita sejarah, cerita legenda, cerita daerah, cerita rakyat belum lagi adaptasi dari berbagai novel, cerpen atau puisi,” urai Fadli Zon.
Mendapat Perlindungan
Dalam acara ini, PARFI ’56 juga bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan para pekerja film mendapat perlindungan yang layak. Bahkan Marcella menyebut mayoritas anggota PARFI ’56 sudah terdaftar dalam program ini.
“Sudah berjalan karena di PARFI sendiri untuk pengurus dan anggota sudah mayoritas kita daftarkan ke BPJS ketenagakerjaan,” ungkap Marcella.
Sosialisasi Program
Marcella menambahkan, PARFI ’56 berkomitmen untuk mensosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan kepada seluruh insan film di Indonesia, termasuk para produser, rumah produksi, hingga asosiasi pekerja film.
“Jadi pertanggungjawaban perlindungan ini tidak hanya kepada pelaku industri tetapi keluarga yang ditinggalkan apabila ada kecelakaan terjadi. Ke depannya kita akan sosialisasikan dan terus memastikan,” ucap Marcella Zalianty.